Mandi Belimau, Semarakkan Tradisi Warga Siak Sambut Ramadhan

marcos 5 bulan yang lalu - Rabu, 18 Februari 2026 19:23 Dilihat 857 kali
IMG


 

Siak -- Tradisi Petang Megang masyarakat Melayu, Siak dalam menyambut bulan suci Ramadan biasanya melaksanakan Mandi Balimau. Prosesi petang balimau ini digelar pemerintah setempat, melibatkan masyarakat umum, mandi belimau menggunakan air yang dicampur wewangian atau sering disebut air limau atau air pecung. 

Tradisi masyarakat Melayu yang telah berlangsung secara turun-temurun ini, tidak hanya dimaknai sebagai ritual mandi dan ziarah, tetapi juga menjadi momentum untuk penyucian diri, mempererat kebersamaan, serta berbagi dengan anak yatim menjelang masuknya bulan puasa.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, petang belimau ini, adat atau kebiasaan masyarakat Melayu Siak pada zaman dahulu, yang berlangsung turun-temurun. Namun, karena perkembangan zaman tradisi ini mulai hilang.

Ia mengatakan, makna yang terkandung dari mandi belimau ini, melambangkan pembersihan dosa, penyucian hati dari dengki, dan persiapan spiritual-fisik untuk menyambut bulan suci dengan niat bersih, sekaligus mempererat silaturahmi.

“Petang Belimau dikenal sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Melayu yang sarat makna. Tradisi ini menjadi simbol pembersihan lahir dan batin, sekaligus ajang mempererat silaturahmi dan solidaritas sosial menjelang Ramadan,” ujar Bupati Afni, saat menghadiri mandi belimau, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, sebelum petang belimau, biasanya masyarakat melayu Siak menyambut bulan suci Ramadan melakukan ziarah kubur, orang tua, keluarga, untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal.

“Kami juga bersama Forkopimda hari ini juga telah melakukan ziarah dan doa bersama di makam para Sultan Siak,” kata dia.

Afni mengapresiasi antusias masyarakat ikut Petang Belimau, Untuk mandi air pacung kali ini, dilaksanakan di pinggir sungai Siak, tepatnya di Tepian Bandar Sungai Jantan, halaman pentas Siak Bermadah, Kota Siak Sri Indrapura ba’da ashar. Masyarakat.

“Mari kita semarakkan tradisi menyambut Ramadan dengan penuh suka cita, menjaga silaturahmi, serta melestarikan budaya Melayu,” pintanya.

Hingga kini, Petang Megang terus dilestarikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah sebagai bagian dari identitas budaya, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya religius yang khas di Kabupaten Siak.

 

(Dep/MC Kabupaten Siak)

Tags:
Share:
4 bulan yang lalu

Bupati Afni : Cap Go Meh Simbol Persatuan dan Keberagaman di Negeri Istana

5 bulan yang lalu

Mandi Belimau, Semarakkan Tradisi Warga Siak Sambut Ramadhan

7 bulan yang lalu

Bupati Siak Puji Karnaval Tempo Doeloe Lalang Festiva, Meskipun Sederhana Tapi Keren

7 bulan yang lalu

Bupati Afni Suarakan Hak Asasi Rakyat Siak di Hadapan Menteri HAM

6 jam yang lalu

Bupati Siak Resmi Terbitkan Aturan Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Tak Bisa Lagi Bebas Membawa Gawai

17 jam yang lalu

Silaturahmi Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Berbalut Nostalgia, Siak Kembali Jadi Perbincangan

2 hari yang lalu

Temui KPK, Bupati Siak Minta Pendampingan Perkuat Tata Kelola SDA dan Cegah Korupsi

2 hari yang lalu

Sekda Siak : Pejabat Fungsional Tulang Punggung Pelaksanaan Tugas Organisasi