SIAK — Persoalan irigasi menjadi kendala utama petani di Dusun 3, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Dari ratusan hektare lahan pertanian yang tersedia, hanya sekitar 40 hektare yang masih dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam karena keterbatasan air untuk kebutuhan tanaman padi.
Selain persoalan pengairan, petani juga menghadapi keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan). Hingga kini, petani di wilayah tersebut belum memiliki traktor yang dapat digunakan untuk mengolah lahan pertanian.
Satini (52), salah seorang petani di Dusun 3, mengatakan keterbatasan alat pertanian membuat pengolahan lahan menjadi salah satu kendala yang mereka hadapi. Ia berharap pemerintah dapat membantu menyediakan traktor bagi petani di wilayah tersebut.
“Buk, kami belum punya traktor. Bantuan belum sampai ke tempat kami. Tolong bantu kami,” ujar Satini, Senin (5/10/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Siak Afni Z meminta para petani menyampaikan seluruh persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepadanya. Menurut Afni, berbagai laporan tersebut akan dihimpun untuk kemudian diperjuangkan melalui pemerintah pusat.
“Apapun permasalahan di sini, silakan petani membuat laporan kepada saya. Saya akan perjuangkan ke pemerintah pusat,” ujar Afni.
Afni mengatakan masyarakat merupakan pihak yang paling mengetahui kebutuhan di wilayahnya. Karena itu, aspirasi petani diperlukan pemerintah sebagai bahan untuk menentukan kebutuhan pembangunan yang harus diperjuangkan.
“Karena yang mengetahui kebutuhan masyarakat adalah masyarakat itu sendiri,” tegasnya.
Bagi petani Teluk Lanus, persoalan irigasi dan keterbatasan alsintan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pertanian. Ketersediaan air dan alat pengolah lahan menjadi kebutuhan penting agar lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat kembali produktif.
Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan berbagai kendala yang disampaikan petani tersebut akan dihimpun sebagai bahan untuk memperjuangkan dukungan pembangunan dan sarana pertanian bagi masyarakat Teluk Lanus.
Dengan perbaikan pengairan serta dukungan alat pertanian, lahan yang selama ini belum dapat digarap diharapkan dapat kembali dimanfaatkan petani untuk bercocok tanam dan menopang penghidupan masyarakat di wilayah tersebut.
(Dep/MC Siak)
