Perpusnas Dorong Pelestarian Syair Perang Siak Lewat Pendidikan dan Digitalisasi

marcos 1 jam yang lalu - Senin, 19 Oktober 2026 19:36 Dilihat 17 kali
IMG


SIAK – Penetapan Syair Perang Siak sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 harus menjadi titik awal penguatan pelestarian naskah kuno, bukan sekadar pengakuan seremonial. 

Perpustakaan Nasional RI mendorong Pemerintah Daerah Siak untuk pengembangan naskah bersejarah Syair Perang Siak melalui penelitian, penerjemahan, pendidikan, hingga alih wahana agar lebih mudah diakses dan dipahami masyarakat, terutama generasi muda.

Pesan itu disampaikan Deputi I Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI, Suharyanto, dalam seminar penganugerahan Syair Perang Siak sebagai IKON 2026 yang digelar secara virtual, Senin (19/10/2026). 

Menurut dia, seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan naskah Syair Perang Siak kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pemanfaatannya dalam berbagai bentuk publikasi.

“Upaya yang dapat dilakukan antara lain melalui penelitian, transliterasi, penerjemahan, dan alih wahana ke dalam bentuk buku bacaan anak-anak atau komik,” kata Suharyanto. 

Ia mengatakan, upaya pelestarian yang telah dilakukan Perpustakaan Nasional dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Siak agar naskah tersebut semakin mudah diakses dan dipahami masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, Syair Perang Siak memiliki nilai penting bagi upaya mengenalkan sejarah dan warisan sastra Melayu kepada generasi muda. Melalui seminar tersebut, peserta diharapkan dapat menggali makna naskah sekaligus menumbuhkan minat untuk membaca dan mempelajarinya.

“Bagi kami, Syair Perang Siak memiliki arti yang sangat mendalam. Melalui karya ini, kita dapat mempelajari sejarah, memahami cara masyarakat pada zamannya menyampaikan pengalaman, serta mengenal kekayaan bahasa dan sastra Melayu,” kata Afni.

Menurut Afni, naskah kuno merupakan warisan tertulis yang menghubungkan generasi masa kini dengan generasi terdahulu. Di dalamnya tersimpan jejak pemikiran dan pengalaman yang perlu dibaca, dikaji, serta diwariskan agar tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. 

Karena itu, ia berharap penganugerahan IKON 2026 dapat memperkuat kerja sama antara Perpustakaan Nasional dan Pemerintah Kabupaten Siak dalam melestarikan sekaligus memperluas pemanfaatan naskah tersebut.

“Momentum penganugerahan IKON membawa pesan bahwa pelestarian naskah merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap kerja sama antara Perpustakaan Nasional dan Pemkab Siak dapat berlanjut dan berkembang,” ujar Afni.

Filolog Riau sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Lik Idayanti, M.Hum., mengingatkan bahwa pengakuan sebagai IKON tidak serta-merta menjamin keberlanjutan pelestarian Syair Perang Siak. 

Menurut dia, keberhasilan pelestarian ditentukan oleh sejauh mana naskah tersebut dibaca, diteliti, dimanfaatkan dalam pembelajaran, dan dikenal masyarakat.

“Syair Perang Siak sudah menjadi IKON, tetapi pertanyaan sederhananya, apakah tugas kita sudah selesai? Sertifikat sudah diterima, foto sudah dibuat, dan seminar sudah dilaksanakan,” kata Lik Idayanti.

Ia menegaskan, pelestarian tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pengakuan tersebut harus diikuti langkah konkret, mulai dari penyediaan bahan ajar, pengembangan penelitian, hingga kemudahan akses terhadap arsip dan sumber sejarah. 

Dengan demikian, Syair Perang Siak dapat terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Karena itu, kita harus bertanya, apa yang berubah setelah IKON? Kita perlu bergerak ke bidang pendidikan, penelitian, pameran digital, dokumentasi sumber sejarah, dan kegiatan budaya berbasis teks,” kata dia.

Lik Idayanti sangat mendukung, Naskah Syair Perang Siak bisa dipertandingkan pada festival Siak Bermadah yang diikuti para pelajar dan masyarakat umum sebagai kecintaan generasi muda terhadap kekayaan bahasa dan sastra Melayu.

“Saya ingat beberapa hari yang lalu, ada mahasiswa saya dari Siak, dia kasi info ke saya, bahwa akan ada festival budaya di Siak, salah satu agendanya memperkenalkan syair perang Siak. Ini luar biasa, sangat tepat dilakukan hal seperti ini,” pungkasnya.


(Dep/MC Siak)

Tags:
Share:
1 jam yang lalu

Perpusnas Dorong Pelestarian Syair Perang Siak Lewat Pendidikan dan Digitalisasi

13 jam yang lalu

Bupati Siak Ajak Komunitas Hidupkan Wisata lewat Event Kreatif

1 hari yang lalu

Ribuan Pelari Ramaikan Siak Run 2026, Pemkab Siak Dorong Sport Tourism

1 hari yang lalu

Bupati Afni Dorong Julang Budaya Digelar di Seluruh Kecamatan di Siak

1 jam yang lalu

Perpusnas Dorong Pelestarian Syair Perang Siak Lewat Pendidikan dan Digitalisasi

13 jam yang lalu

Bupati Siak Ajak Komunitas Hidupkan Wisata lewat Event Kreatif

1 hari yang lalu

Ribuan Pelari Ramaikan Siak Run 2026, Pemkab Siak Dorong Sport Tourism

1 hari yang lalu

Bupati Afni Dorong Julang Budaya Digelar di Seluruh Kecamatan di Siak